Follow Me

https://1.bp.blogspot.com/-7sKaocL8tP0/VxsMNxow7UI/AAAAAAAAADo/XJb2w6ahbco6fI2y4eF5oLfEZj7ieYnFgCLcB/s1600/ads_728.png

Di Tahun ini Pengembang Wika Realty Persiapkan Banyak Proyek

Tamansari Kencana Bandung

PropertiLaunch.com, Jakarta- Pengembang PT Wika Realty  yang merupakan anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang menggarap bisnis properti mempunyai rencana di tahun ini untuk mempersiapkan modal kerja atau capital expenditure (capex) mencapai Rp 5 triliun. Sumber dana adalah dari penerbitan surat utang medium term notes (MTN) dan dari pelepasan saham perdana atau IPO (Initial Public Offering).

Capex sebesar itu diperlukan untuk bisa mencapai target prapenjualan atau marketing sales sebesr Rp 4,5 triliun di tahun ini atau naik sebesar 175 persen dari capaan tahun lalu yang sebesar Rp 2,5 triliun.
Sampai dengan saat ini pengembag Wika Realty sedang mengembangkan Tamansari Grand Samarinda, Tamansari Puri Bali II Depok, Tamansari Metropolitan Manado II, Tamansari Gangga Bali, Tamansari Skylounge Makssar, Tamansari Emerald Surabaya, Tamansari Kencana Bandung dan Tamansari Skylounge Balikpapan.

Di tahun ini akan dipersiapkan beberapa proyek baru. Untuk properti gedung tinggi atau highrise ada lima proyek properti baru yaitu adalah Tamansari Hive Residence di Cawang (Jakarta Timur) yang dibangun di atas lahan yang mempunyai luas 5.000 m2 dengan investasi Rp 430 miliar. Kemudian ada juga proyek di Permata Hijau (4.700 m2), Jakarta Selatan, dengan investasi Rp 510 miliar. Kedua proyek properti tersebut akan dipasarkan di semester partama tahun ini.

Untuk semester kedua akan dipasarkan proyek di kawasan Kelapa Gading, Jakart Utara, di atas lahan dengan luas 1,9 ha dengan investasi Rp 1,4 triliun. Kemudian proyek di kota Depok, Jawa Barat di atas lahan dengan luas 8.200 m2 dengan nilai investasi Rp 850 miliar. Terakhir di kawasan Keputih, Surabaya (Jawa Timur) di atas lahan 9.700 m2 dengan investasi Rp 1,2 triliun.

Untuk rumah tapak, ada empat proyek properti baru yang akan dikembangkan yaitu adalah di Palembang (Sumatera Selatan) yang dipasarkan di semester kedua 2018. Luasnya adalah mencapai 20 ha dengan investasi Rp 670 miliar. Kemudian ada proyek Parangloe Makassar di atas lahan dengan seluas 55 ha dengan investasi Rp 2,1 triliun, proyek properti di bilangan Bintaro (7,3 ha), Jakarta Selatan dengan investasi Rp 4,5 triliun dan di Soreang, Jawa Barat seluas 14 ha  dengan investasi sebesar Rp 760 miliar.

Ada juga proyek untuk bisa meningkatkan pendapatan berulang (recurring income) yaitu adalah proyek Laswi di Bandung seluas 21 dengan investasi Rp  1,8 triliun, serta ada proyek CBD Sudirman di Jakarta seluas 1,6 ha dengan investasi Rp 12,5 triliun serta proyek integrated building di Bandara Soekarno Hatta seluas 1,7 ha dengan investasi Rp 470 miliar. Melihat dari pengoperasian tiga proyek tersebut, porsi recurring income Wika Realty naik dari 8,46 persen menjadi 12 persen di tahun ini.
previous article
Newer Post
next article
Older Post



Post a Comment

no

Name

Email *

Message *