Follow Me

https://1.bp.blogspot.com/-7sKaocL8tP0/VxsMNxow7UI/AAAAAAAAADo/XJb2w6ahbco6fI2y4eF5oLfEZj7ieYnFgCLcB/s1600/ads_728.png

Melihat Industri Properti Sedang Lesu, Developer Memilih Akuisisi Proyek

Apartemen East Point

PropertiLaunch.com, Jakarta- Melihat dari industri properti yang masih belum begitu baik mendorong pengembang atau developer menerapkan strategi baru untuk bisa menjalankan bisnisnya. Ada yang melakukan kerja sama operasi (KSO) atau juga melakukan akuisisi proyek. Yang terakhir ini adalah menjadi alternatif ketimbang untuk membuka proyek baru dari nol. Melihat kondisi sekarang membuat proyek properti baru mempunyai resiko tinggi, pembangunan lebih lama serta mahal.

Salah satu pengembang properti yang memilih strategi akuisisi ini adalah PT Tridaya Mandiri. Pengembang yang belum lama masuk dalam bisnis properti ini adalah merupakan perusahaan dengan core business tambang serta minyak. Perusahaan ini juga mengakuisisi proyek apartemen East Point yang dikembangkan oleh Primaland di Pulogebang, Jakarta Timur dengan nilai Rp 110 miliar. Pengambilalihan proyek properti di kawasan superblok Sentra Timur Residence tersebut dilakukan dua tahun yang lalu.

Perusahaan melihat lokasi proyek properti ini strategis dan dekat gerbang tol Pulogebang di ruas tol JORR Cikunir-Cakung. Melihat juga perijinan yang sudah selesai semua  sehingga hanya tinggal meneruskan sisa penjualan dan juga pengembangan fisik.

Melihat juga harga lahan di kawasan Jakarta Timur juga cukup kompetitif sehingga pemasaran juga relatif lebih mudah. Selain itu juga pengembangan kawasan Jakarta Timur juga cukup potensal sebab lahan tersedia dan adanya pembangunan infrastruktur.

Dengan developer baru, proyek apartemen dengan tinggi 16 lantai ini diubah dari rusunai (rumah susun sederhana milik) untuk masyarakat berpenghasilan rendah menajdi apartemen menengah.
Dari 368 unit yang dipasarkan, 60 persen telah terjual. Harga mulai dari Rp 400 juta untuk tipe studio ukuran 28 m2, harga tersebut mengalami kenaikan tiga kali lipat dari harga perdana Rp 144 juta per unit (2008).
previous article
Newer Post
next article
Older Post



Post a Comment

no

Name

Email *

Message *