Follow Me

Reviewed Apartemen Yang Terintegrasi Dengan Transportasi Massal Makin Mempunyai Nilai Jual by: Julian on
Rating: (4.5 out of 5)

Apartemen Yang Terintegrasi Dengan Transportasi Massal Makin Mempunyai Nilai Jual

Apartemen Green Pramuka

PropertiLaunch.com, Jakarta- Dulu hampir tak ada pengembang properti yang menjadikan transportasi umum sebagai nilai jual proyek propertinya, bahkan properti menengah ke bawah sekalipun. Jikapun ada, tidak disampaikan secara terbuka atau dipromosikan secara intens. Berbeda dengan sekarang, menyusul dari sisi masifnya pembangunan moda transportasi massal seperti MRT (Mass Rapid Transit) dan Light Rail Transit (LRT),  menyusul juga bus rapid transit (BT) seperti busway dan kereta komuter di Megapolitan Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) ditambah beberapa kota besar lain seperti Surabaya, Bandung dan Palembang. Para pengembang properti semua segmen juga terkesan menjadi lebih lebih percaya diri untuk menjadikan akses transportasi umum menjadi nilai jual proyek propertinya.

Melihat juga dari lalu lintas yang makin macet karena makin masifnya penggunaan mobil pribadi. Pengembangan kawasan hunian terpadu (mixed use development) yang terintegrasi dengan transportasi massal atau dikenal dengan istilah TOD (Transit Oriented Development) menjadi tren.
Kawasan properti Green Pramuka sejak awal dikembangkan telah terintegrasi dengan jaringan transportasi umum, terutama adalah dengan busway. Selain itu, kawasan properti ini juga tidak jauh dari jalur kereta komuter Jakarta-Bekasi. Pengembang juga menyediakan shelter bus Damri rute Jakarta-Bandara dan pool layanan kendaraan online untuk memudahkan bagi penghuni menggunakan transportasi publik.

TOD sejak awal menjadi konsep pengembangan properti Green Pramuka yang mengintegrasikan kawasan hunian, pusat bisnis dan komersial dengan jaringan transportasi publik.

Properti yang dikembangkan dengan konsep TOD juga sebaiknya adalah berupa mixed – use development dengan beberapa fungsi yang ada di satu lokasi. Jadi nantinya di kawasan, penghuni bisa berdiam dan juga sekaligus bekerja dan memenuhi aneka kebutuhannya dengan cara bersepeda atau berjalan kaki. Sementara untuk keluar kawasan menggunakan angkutan umum yang mudah diakses dari tempat tinggalnya. Dengan demikian mobilitas juga akan menjadi efisien, kemacetan lalu linta dan polusi juga bisa dikurangi.
previous article
Newer Post
next article
Older Post



Post a Comment

no

Name

Email *

Message *